KASIHILAH TUHAN ALLAH MELEBIHI SEMUA

RABU 05 NOVEMBER 2025

Sta. Elizabeth dan St. Zakarias; B. Fransiska Amboisa; St. Guido . Conforti

Rom 13:8-10; Luk 14:25-33

 

Renungan singkat

Anak yang baik dan berbakti kepada orang tua adalah anak yang sungguh-sungguh menghormatinya. Ia akan mentaatinya, mencintainya dan menghormatinya. Itu norma yang kita miliki dalam kehidupan bersama masyarakat yang lain. Tetapi hari ini Yesus mengatakan: ”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Apa sesungguhnya yang Yesus maksudkan dengan pernyataan itu? Apakah Yesus mengajarkan kepada anak-anak untuk membenci orang tuanya, tidak menghormati dan mengabaikannya?

Ketika Yesus mengatakan ”membenci...” tentu tidak dimaksudkan benci sebagai perasaan atau sikap sangat tidak suka. Kata ”benci” di sini dimaksudkan untuk tidak menomorsatukan. Dengan pernyataan itu Yesus ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus mengasihi Yesus – yang adalah Tuhan – lebih utama daripada kita mengasihi sesama. Inilah sebabnya dalam kasih yang bersifat adi-kodrati, kita harus mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Dengan melihat keutamaan kasih kepada Tuhan, membantu kita dapat mengasihi sesama dengan lebih baik. Maka ayat tersebut dapat dibaca seperti ini: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia mengasihi bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan lebih besar dari kasihnya kepada-Ku, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Yesus juga mengatakan: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Memikul salib adalah sebagian dari syarat mengikuti Yesus. Maka menghindari salib berarti menjauhkan atau menghindar untuk bersaudara dengan Yesus. Menjadi murid Yesus berarti berani menempatkan Dia di atas segala-galanya- di atas keluarga, di atas harta, di atas hidup sendiri. bukan orang yang setengah hati yang Yesus kehendaki, melainkan sepenuh hati, yang siap mengorbankan segalanya demi kasih kepada-Nya. Oleh karena itu bagi mereka yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan tidak ada orang atau benda atau kenikmatan yang disukainya. Setiap orang yang mau mengikuti Yesus harus melakukan discernment, memilah-milah dan memilih dari segala hal: untuk akhirnya mengambil keputusan ”Ya,  saya mau ikut Tuhan, secara utuh dan menyeluruh.”

Santo Paulus mengingatkan jemaatnya di Roma agar mereka saling mengasihi satu sama lain. Berperilaku kasih adalah cara menggenapkan hukum Taurat. Paulus juga mengajak umatnya untuk saling mendukung dengan meninggalkan perbuatan kegelapan dan mendukung perbuatan sopan dan melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Dengan demikian mereka mesti melepaskan diri dari sikap egoisme dan mengikuti keinginan diri sendiri.

Kasih itu tulus, tanpa menuntut balas dan imbalan apapun. Jika dikatakan ”kasih itu utang”, artinya kasih itu memiliki nilai tidak terbatas dan tak terbayangkan oleh apapun sehingga selalu ada alasan untuk berbuat kasih. Kasih tidak dapat dipikirkan sebagai tindakan yang menebar utang; sebaliknya, tindakan memenuhi kewajiban untuk mengasihi orang lain dan membagikan kasih Kristus.

Selalu ada kesempatan baru untuk saling mengasihi. Untuk itu, jangan lewatkan! Belum tentu terulang waktu atau kesempatan yang Tuhan berikan. Keputusan untuk mengasihi dengan tulus akan selalu menghasilkan buah yang baik, yang dapat dinikmati secara langsung ataupun tidak langsung.

Mari kita manfaatkan setiap kesempatan yang kita punya untuk berbuat kasih di manapun dan kapanpun serta kepada siapapun. Mengasihi bukan sebagai investasi, melainkan sebagai jawaban atas kasih Allah yang telah icurahkan kepada kita semua.

 

Marilah berdoa.

Tuhan Ysesus yang Mahakasih, kami bersyukur atas Firman-Mu hari ini yang mengingatkan kami bahwa kami adalah para murid-Mu. Kami lemah dan mudah tergoda oleh kenyamanan duniawi. Maka kami mohon, bimbinglah kami untuk mampu memilih yang benar, meskipun itu tidak mudah, dan tetap berpegang pada terang kasih-Mu. Pulihkanlah semangat kami yang mulai pudar, agar kami tidak takut menghadapi berbagai tantangan dan godaan.

Semoga kami terus mampumembawa kesaksian yang nyata tentang kebaikan dan kesetiaan kepada-Mu. jadikanlah kami selal pembawa damai di tangah kebingungan dunia, serta murid yang mampu menyalakan harapan di hati sesama kami, agae bersama-Mu kami berada dijalan menuju kemuliaan abadi. Sebab Engkaulah Tuhand an Penyelamat kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

IBADAT KREMASI DAN PERABUAN

IBADAT TIRAKATAN

PEMAKAMAN GEREJAWI